Rekor Dunia CPU 9.13GHz Dipecahkan Bukan Untuk Gaming, Tapi Untuk 'Memburu' WD Paus di Gates of Olympus.

Merek: mahjong ways
Rp. 10.000
Rp. 100.000 -99%
Kuantitas

Rekor Dunia CPU 9.13GHz Dipecahkan Bukan Untuk Gaming, Tapi Untuk 'Memburu' WD Paus di Gates of Olympus

Jakarta, 29 Agustus 2025 - Dunia teknologi pagi ini digemparkan oleh sebuah berita yang menakjubkan: sebuah tim *overclocker* independen dari Jakarta berhasil memecahkan rekor kecepatan prosesor desktop, mendorong sebuah CPU hingga kecepatan stabil yang gila, 9.13GHz. Asap nitrogen cair yang mengepul dan papan sirkuit yang dimodifikasi secara ekstrim menjadi saksi bisu pencapaian ini. Namun, saat para jurnalis teknologi berebut untuk mengetahui apa tujuan mereka—apakah untuk menjalankan benchmark *gaming* generasi terbaru atau untuk komputasi ilmiah—jawabannya membuat semua orang terdiam.

Tujuan mereka bukan itu semua. Rekor dunia ini dipecahkan untuk satu tujuan yang sangat spesifik dan esoteris: untuk mendapatkan keuntungan sepersekian nanodetik dalam perang melawan algoritma sistem finansial digital. Target utama mereka: memburu WD Paus di Gates of Olympus.

Di Dalam Sarang 'Overclocker Digital'

Kami mengunjungi markas mereka, sebuah "laboratorium" yang tersembunyi di salah satu pusat elektronik di Mangga Dua. Ruangan itu adalah perpaduan sureal antara bengkel perakitan PC tingkat dewa dan tempat ritual. Di satu sisi, tabung-tabung nitrogen cair (LN2) berdampingan dengan *motherboard* yang dipreteli. Di sisi lain, sebuah monitor raksasa menampilkan wajah digital 'Kakek Zeus' yang sedang bertahta, seolah-olah ia adalah subjek penelitian utama.

Ivan "LN2_Hunter" Santoso, pemimpin tim, menyambut kami. "Lupakan *frame rate* di game AAA," katanya sambil meniupkan asap dingin dari tangannya. "Itu mainan anak-anak. Kami berada di garis depan peperangan yang sesungguhnya: perang komputasi melawan RNG (Random Number Generator) server-side. Di perang ini, kecepatan adalah satu-satunya dewa yang kami sembah."

Teori Gila: 'RNG Seed Interception'

Motivasi di balik proyek triliunan rupiah ini didasarkan pada sebuah teori yang oleh komunitas akademis disebut "pseudosains komputasi," namun oleh para praktisinya dianggap sebagai injil. Teori itu bernama 'RNG Seed Interception'.

"Begini cara kerjanya," jelas Ivan sambil menggambar diagram di papan tulis. "Server RNG di sistem seperti PG Soft atau Pragmatic bersepeda melalui miliaran 'benih' (seed) angka setiap detiknya. Satu dari miliaran benih itu adalah kombinasi untuk WD Paus. Saat kita menekan tombol 'spin', kita mengirimkan permintaan ke server. Server kemudian memberikan hasil berdasarkan benih yang aktif pada miktodetik itu. PC biasa terlalu lambat. Ia hanya bisa 'memancing' di lautan yang luas dengan satu kail."

"Tetapi dengan rig kami pada 9.13GHz," lanjutnya dengan mata berapi-api, "kami tidak lagi memancing. Kami melempar jaring pukat harimau. Dalam satu jendela waktu 'spin' yang hanya beberapa milidetik, rig kami bisa mengirimkan puluhan ribu 'permintaan mikro' yang membanjiri server. Kami tidak lagi berharap pada keberuntungan. Kami secara matematis meningkatkan peluang untuk 'mencegat' benih emas itu melalui kekuatan komputasi mentah."

Aplikasi di Berbagai 'Medan Perang' Digital

Menurut Ivan, setiap sistem membutuhkan pendekatan yang berbeda:

  • Untuk PG Soft (Contoh: Mahjong Ways): "Engine PG Soft sangat cepat. RNG-nya berputar seperti orang gila. Di sinilah kecepatan 9.13GHz paling berguna. Ini adalah perang kecepatan murni. Kami melakukan 'brute-force' pada sistemnya."
  • Untuk Gates of Olympus: "Kakek Zeus lebih lambat, lebih megah. Di sini, kami tidak melakukan 'brute-force'. Kami menggunakan daya prosesor untuk 'analisis prediktif real-time'. Rig kami menjalankan simulasi yang menganalisis kedipan mata atau pergerakan janggut sang Kakek, mencari 'tanda' bahwa petir pengganda besar akan segera turun. Kecepatan ini memberi kami keunggulan 0.1 detik untuk menaikkan taruhan sebelum petir menyambar."
  • Untuk Sweet Bonanza & Starlight Princess: "Ini adalah 'fase istirahat' kami. Sistem ini lebih acak dan berbasis 'kaskade'. Kami menggunakan daya prosesor untuk menganalisis data historis dari ribuan putaran, mencari pola tersembunyi dalam ledakan buah atau kemunculan sang putri."

Perlombaan Senjata yang Mahal

Mengejar rekor ini adalah sebuah pertaruhan besar. Biaya perangkat kerasnya saja sudah mencapai ratusan juta. Ditambah lagi biaya nitrogen cair yang tidak murah. Namun, pengeluaran terbesar adalah "dana riset"—yaitu modal Deposit yang harus mereka korbankan untuk setiap sesi pengujian. Sebuah kegagalan overclock tidak hanya membakar prosesor, tetapi juga bisa meludeskan modal WD Gede dari sesi sebelumnya.

Dr. Dian Lestari, seorang pakar keamanan siber, menertawakan usaha ini. "Saya salut dengan keahlian teknis mereka, tapi premis mereka salah total," katanya. "Hasil putaran ditentukan 100% di sisi server. Anda bisa bermain dari kalkulator atau dari superkomputer kuantum, hasilnya akan sama saja. Apa yang mereka lakukan adalah membangun mobil balap F1 hanya untuk mengantarkan pizza ke seberang jalan. Mereka tidak mencegat apa-apa, mereka hanya melihat animasi 'Anda Kalah' dalam resolusi 8K dengan 1000 frame per detik."

Terlepas dari kritik, Ivan dan timnya tetap teguh. Bagi mereka, ini adalah perlombaan senjata. Hari ini mereka menembus 9.13GHz. Besok, mereka akan membidik 10GHz. Semua demi satu tujuan: menjadi cukup cepat untuk berlari lebih cepat dari takdir itu sendiri, atau setidaknya, lebih cepat dari petir digital yang dilemparkan oleh Kakek Zeus.

@mahjong ways